Sabtu, 04 Februari 2017

"SAAT PENANTIAN"

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab)Lauh Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”(QS Al-Hadid;22-23)

Demikianlah juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukanya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah. Harus dia, karena aku sangat menintanya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.
 Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:
“Dan boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS Al- Baqarah 216)
Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!


"SAAT PENANTIAN"

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab)Lauh Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid;22-23)

Demikianlah juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukanya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah. Harus dia, karena aku sangat menintanya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori. 
Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:
 “Dan boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS Al- Baqarah 216)
Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

"SAAT PENANTIAN"

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab)Lauh Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid;22-23)
Demikianlah juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukanya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah. Harus dia, karena aku sangat menintanya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.
            Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:
“Dan boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS Al- Baqarah 216)
Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

            

Jumat, 03 Februari 2017

"CARA MEMPEROLEH JODOH YANG BAIK"

Disini saya akan membahas tentang bagaimana cara untuk mendapatkan jodoh yang baik dan berakhir juga dengan baik :) ayooo disimak ya.. yang fokus,, :)
Rasulullah bersabda bermaksud: 
"Orang mengawini wanita karena empat perkara yaitu: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan juga hal yang paling penting itu karena agamanya. (kalau tidak) binasalah dua tanganmu." (hadis riwayat Bukhari dan Muslim) 
      Hadis itu tidak hanya merujuk kepada pihak lelaki, juga wanita dalam memilih calon suami. 
Oleh karena Rasulullah tidak merumuskan bentuk tertentu daripada perkataan binasa, berkemungkinan besar yang dimaksudkan "binasa" adalah penderitaan batin karena ketegangan yang berlaku akibat salah memilih teman. 
Janganlah terpedaya dengan keindahan fisik dan duniawi semata-mata dan mengaburkan tujuan perkawinan yang sebenarnya yaitu penyempurnaan ketakwaan kepada Allah. 
       Jodoh memang sudah ditetapkan Allah, tetapi sesuai dengan hukum-Nya, Allah tidak akan menjodohkan seseorang yang soleh dengan seorang pezina. jika ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka mulailah dengan memperbaiki diri sendiri karena Allah menetapkan takdir, bahwa:
          " (Lazimnya) perempuan yang jahat untuk lelaki-laki yang jahat, dan lelaki-lelaki yang jahat untuk perempuan-perempuan yang jahat dan (sebaliknya) perempuan-perempuan yang baik untuk perempuan perempuan yang baik. mereka (yang baik) itu adalah bersih daripada (tuduhan buruk) yang dikatakan oleh orang (yang jahat); mereka (yang baik) itu akan beroleh pengampuanan (daripada Allah) dan pengaruniaan yang mulia." ( surah an-Nur ayat 26) 
       Bagaimanakah kita akan mendapat pasangan sebaik Siti khadijah atau Siti Fatimah jika tidak sebaik Rasulullah atau Saidina Ali.