Selasa, 06 Oktober 2015

MENGAPA MEMILIH PINTU NERAKA

Tidak sedikit orang memesan neraka begitu melangkah kaki kedalam rumah tangga. Bukankah dengan ijab dan Kabul selain menghalalkan hubungan pelaminan tanggung jawab yang terpaksa dipikul juga turut banyak ? bukankah apabila anda gagal melaksanakannya anda membina dosa seterusnya jembatan neraka? beberapa banyak yang menyesali perkawinan masing masing padahal dahulunya mereka bermati matian membina janji memupuk cinta kasih malah ada yang sanggup berkorban apa saja asalkan segala impian menjadi nyata? Jika tidak sanggup untuk bergelar istri tidak usah berkawin. Dulu jika merasa diri belum cukup ilmu untuk bergelar ibu ataupun ayah belajarlah dulu. Jika merasah belum bersedia untuk bersabar dengan pola tingkah anak anak carilah dulu kesabaran itu jangan berkawin dulu sebab kenyataan banyak yang tidak bersedia untuk melangkah tetapi telah melompat, akhirnya jatuh terjerumus dan tidak jumpa akar  berpaut tatkala coba mendaki naik. Menikah itu ibadah siapakah diri betulkan niat tempuhilah cara yang benar selanjutnya bertaqwalah…… 

Sabtu, 28 Maret 2015


Ketika remaja aku hampir tidak sadar banyak pertanyaan yg terpendam. Mungkin saat itu aku tidak tahu. Hinggalah persoalanku terjawab satu demi satu YANG TERTUTUP ITU INDAH. Ketika kubertanya tentang jilbab besar, mudah jawaban yg kuterima "Yg tertutup itu indah!" jawaban yg membawaku mengkaji surah Al-Ahzab ayat 59. 
"Wahai Nabi ! Katakanlah kpd istri" orang Mukmin," hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka" yg demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu.dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. smile emotik

Jumat, 16 Januari 2015

Mari lewati lorong waktu, menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya, dengan kebersamaan. Tapaki pergantian pagi, siang, petang dan
malam, yang penuh liku, dengan persahabatan dalam keimanan.
Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini, seorang diri. Kita tak dapat lolos
dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri. Karena, kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan
dan mudah terpedaya. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah.” (QS. An Nisa : 28)
Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan,
kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat. Allah SWT memberitakan bahwa
 hanya pertemanan atas dasar iman dan takwalah yang abadi.
“Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”  (QS. Az Zukhruf : 67). 
Ibnu Katsir mengatakan, “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak dilandasi karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi
permusuhan.” Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya, yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang
yang kita cintai.
Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dengan kita dalam menelusuri hidup ini? Siapa orang yang paling menghiasi
ingatan kita? Siapa yang menemani langkah- langkah hidup kita? Orang shalehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keridhaan Allah kah dia?
Duhai indahnya. Pertemuan yang sangat mengesankan dan penuh kegembiraan. Mari kita mulai dari sekarang. Bersahabat dengan
orang-orang yang mendekatkan kita pada redha-Nya..”